Catatan Rindu

Posted: June 7, 2012 in My live

i)
 Ia tidak mengira waktu tika kusebut

tapi yang paling sering apabila

hujan rintik-rintik di luar jendela

beberapa kenangan hinggap di kacanya

garis-garis calar kaca

titis-titis calar awan

semuanya melembutkan perasaan

– tetapi amat melukakan.

(ii)
 Di sebuah pantai mentari jatuh ke muka laut

aku menyebut keindahan,

di kaki lembayung itu ia menyebut namaku

jikalah kau mentari, lautku kering

jikalah kau hujan, sungaiku banjir

ada suka dan duka pada bicaranya

tetapi duka itulah yang lebih

mencatatkan rindu.

(iii)
 Demikian lama ia menyembunyikan puisi-puisinya.

kecewa atau rindukah tanpa sempat kubaca

ia telah membakarnya di bawah mentari

engkaukah yang pilu atau akukah yang terharu

keharuan itulah yang membakarku

tanpa waktu

(iv)
 Pertama kali kudengar petikan gitarmu

satu-satunya yang kuinginkan

sayunya bahasa hati

dari kepedihan yang tidak terucap
semoga engkau menyedari – dewasa

dari cinta yang hancur

ada yang lebih sayu dari itu

-apabila aku tetap begini

(v)
 Ia amat bersahaja

diam tanpa persoalan

bagai lembayung mengenangnya suatu keindahan

bagai awan lembutnya menumpaskan

matanya, suaranya adalah ilham

Dialah kelembutan pertama

mampir di padang senja

menentang matanya bagai menahan gelombang

seperti lima tahun dahulu

sebelum ada rindu yang lain

telah kucatatkan rindunya..

~ Rogayah A. Hamid

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s